Selasa, 31 Mei 2011
berpuisi di pagi hari saat akan Akad nikah
Dia tak memilih duduk di sampingku, hanya berdiri didepanku , sejenak seperti aku mengenalnya sekian lama
Hingga aku nyaman dengannya,
Wajahnya teduh, senyumannya mekar cantik
Nada suaranya lembut menyapu kegusaranku
Nenek tua berkata …
”tak akan ada denyut nadi karena Nya, dan tak ada bunyi jantungmu yang kurasakan sekencang ini anakku, usah kau gusar, usah kau takut….tenangkanlah dirimu…dan aku akan datang lagi menyelamatimu, atas setengah Dien Nya..”
Menjelang akad 21 Mei 2011
Selasa, 03 Mei 2011
Barrakallohu laka
Aku tahu apa yang namanya anugrah,
bukan selalu mudah, karena tupai pun sulit memanjat dengan dua kaki..,
dan semut semut selalu dalam barisan, berjalan rapi mencari serpihan roti..
hingga sampan telah terdayung, dengan riak-riak yang tak kan lupa pada gelombag
Selama ini, tak pernah kuminta seperti epik Rama dan Shinta..
cinta hanyalah sesuatu, yang ayam betinapun mampu mendefinisikannya pada jantannya
dia terlalu ringkih untuk menjadikan semua ini atas namanya
jikapun ada, dia telah menjadi jati diri seperti kuarsa
genap satu hujan dan satu kemarau, ketika hati telah lelah pada pertanyaan , dan padipun telah menemukan musimnya
Jalan bagai jembatan, dari mahoni bertali tambang, dan berbaut besi pada bilahnya
terseok..terguncang..hingga euphoria terbangun pada malam setegah bulan
kukatakan padanya “keyakinan menjadi darahku, langkahmu akan kuikuti”
Adalah sebuah jiwa tanpa hubungan darah,
berani untuk melakukan perjanjian sebesar pengangkatan Thursina
berteman dengan peran tentang nafkah dan penunjuk jalan..
tentang kasih sayang, kedamaian, dan berkah..
Entah seberapa lama ..
Karena yang kutahu ..dia dijanjikan bidadari..
****
Dan ego ego kini berada pada tatarannya, kusadari ada bahu lain untuk sandaran..,
for 21 Mei 2011 and him
Erina Isdiwati
semoga Allah memberkahi semua niat kami, dimudahkan dan dikuatkan..